Home Nasional Raih Penghargaan Transformasi Digital, Menag Nasaruddin Umar: Ini Kerja Kolektif Kemenag

Raih Penghargaan Transformasi Digital, Menag Nasaruddin Umar: Ini Kerja Kolektif Kemenag

36
0
Berita ini dibaca 36 kali
👥Pengunjung hari ini 350
📊Total pengunjung 14,480
Sedang online 6
SHARE
Raih Penghargaan Transformasi Digital, Menag Nasaruddin Umar: Ini Kerja Kolektif Kemenag

Keterangan Gambar : Dok/Kemenag.go.id

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meraih Top GPR Figure Award 2026 dalam subkategori Special Achievement for TOP Public Service Digital Transformation Figure 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas upaya transformasi digital dan penguatan komunikasi publik dalam mendukung pelayanan Kementerian Agama (Kemenag).

Usai menerima penghargaan pada ajang 6th TOP GPR Award 2026, Selasa (13/10/2026), Nasaruddin menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja pribadi, melainkan kontribusi kolektif seluruh jajaran Kemenag, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Penghargaan ini bukan saya sendiri, tetapi segenap karyawan, staf, pimpinan yang lain di Kementerian Agama, dari pusat sampai ke tingkat daerah, karena penilaian ini adalah penilaian kolektif,” ujar Nasaruddin dalam sesi doorstop seusai menerima penghargaan.

Menurutnya, luasnya cakupan tugas Kemenag membutuhkan koordinasi dan sinergi berbagai unsur untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif dan efisien. Salah satu unsur penting dalam mendukung upaya tersebut adalah jajaran hubungan masyarakat (humas) yang berperan menyampaikan informasi sekaligus memfasilitasi komunikasi antara kementerian dan publik.

Menag secara khusus mengapresiasi dedikasi jajaran humas yang terus menjalankan fungsi komunikasi publik di tengah beragam kebutuhan informasi masyarakat.

“Saya juga lebih khusus mengucapkan terima kasih kepada Humas kami, andalan kami. Kerja mereka 24 jam karena harus memfasilitasi komunikasi Kementerian Agama,” ungkapnya.

Nasaruddin berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kemenag untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

“Semoga menjadi motivasi yang lebih baik untuk kita semuanya,” harapnya.

Dalam video pengantar penghargaan, Nasaruddin Umar disebut terus mendorong transformasi digital dan penguatan komunikasi publik untuk menghadirkan layanan keagamaan dan pendidikan yang lebih mudah diakses, efektif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada digitalisasi layanan, tetapi juga mencakup pembaruan pola komunikasi pemerintah dengan masyarakat. Melalui penguatan fungsi kehumasan, Kemenag berupaya membangun komunikasi yang terbuka dan partisipatif.

Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai program dan layanan kementerian diharapkan dapat disampaikan secara cepat dan akurat. Di saat yang sama, komunikasi publik juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi serta memahami kebutuhan masyarakat.

Penyelenggara penghargaan menilai upaya transformasi digital dan penguatan komunikasi publik tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan pelayanan yang inklusif, transparan, responsif, dan terpercaya.

Penilaian Berbasis Jejak Digital

Dalam pemaparan metodologi penilaian, GPR Institute selaku penyelenggara menjelaskan bahwa penilaian Top GPR Figure Award 2026 menggunakan pendekatan berbasis jejak digital.

Sejumlah indikator yang digunakan meliputi Digital Awareness dengan bobot 20 persen, yang mengukur pencarian dan ulasan terkait figur. Penilaian juga mencakup Digital Media Aspect, yakni jumlah pemberitaan digital beserta sentimennya, serta Social Media Aspect dengan bobot 30 persen.

Aspek media sosial tersebut mengukur jumlah pengikut, aktivitas, dan keterlibatan audiens pada sejumlah platform, termasuk Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.

Penilaian figur juga mensyaratkan sekurang-kurangnya 90 persen pemberitaan bersentimen netral dan positif, serta posisi dalam 50 besar figur yang dinilai. Pengumpulan data dilakukan melalui riset digital untuk mengukur jejak komunikasi dan reputasi figur di ruang publik.

Sementara itu, untuk kategori Special Achievement, indikator penilaian mencakup kebaruan inovasi, kepemimpinan, manfaat bagi masyarakat, serta potensi replikasi, pelembagaan, dan keberlanjutan program.

Aspek tersebut menekankan pentingnya bukti atas inovasi dan manfaat yang dihasilkan, bukan sekadar frekuensi kemunculan seorang pemimpin di media.

Penghargaan yang diterima Menag Nasaruddin Umar ini sekaligus menyoroti keterkaitan antara transformasi digital, efektivitas komunikasi publik, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Kemenag, penguatan kehumasan menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka, memastikan informasi layanan keagamaan dan pendidikan mudah dipahami, serta mendorong pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here