Home Nasional Prabowo Turun Tangan Tangani Karhutla Tanjung Puting, Kirim 200 Pompa dan Rp2 Miliar

Prabowo Turun Tangan Tangani Karhutla Tanjung Puting, Kirim 200 Pompa dan Rp2 Miliar

26
0
Berita ini dibaca 26 kali
👥Pengunjung hari ini 366
📊Total pengunjung 14,496
Sedang online 6
SHARE
Prabowo Turun Tangan Tangani Karhutla Tanjung Puting, Kirim 200 Pompa dan Rp2 Miliar

Keterangan Gambar : Dok/presidenri.go.ig

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Presiden menginstruksikan penguatan upaya pemadaman melalui penambahan peralatan, penyediaan sumber air, serta peningkatan kapasitas polisi hutan.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare.

Penanganan kebakaran dilakukan dengan memperkuat satuan tugas darat. Sementara itu, operasi pemadaman melalui udara masih menghadapi kendala akibat rendahnya jarak pandang yang disebabkan asap tebal.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kawasan Taman Nasional Tanjung Puting harus mendapatkan perhatian serius karena merupakan kawasan konservasi yang perlu dijaga kelestariannya.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” ujar Prabowo.

Selain penanganan kebakaran, Presiden menyoroti pentingnya memperkuat keberadaan polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan di berbagai wilayah Indonesia. Ia meminta peningkatan jumlah dan kapasitas personel dilakukan secara bertahap guna mendukung perlindungan hutan dan pencegahan kebakaran.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Prabowo.

Presiden juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan personel polisi hutan melalui pendidikan dan pelatihan.

“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” lanjutnya.

Dalam rapat yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memaparkan kondisi penanganan kebakaran di lapangan. Ia menjelaskan bahwa titik-titik kebakaran tersebar di sejumlah lokasi, berada di kawasan rawa, serta sulit dijangkau kendaraan.

Salah satu kebutuhan mendesak untuk mendukung pemadaman adalah pompa air berukuran kecil yang dapat digunakan di medan sulit. Ketika Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 unit pompa air, Presiden langsung menyatakan akan memberikan dukungan sebanyak 200 unit.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo.

Selain peralatan pemadam, kebutuhan sumber air juga menjadi perhatian. Pangdam menyampaikan bahwa karakteristik kawasan rawa memungkinkan penyediaan air melalui pengeboran dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Presiden menyatakan dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air.

“Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” kata Prabowo.

Presiden juga meminta agar masyarakat setempat dilibatkan dalam proses pembuatan titik-titik bor tersebut. Keterlibatan warga diharapkan dapat membantu mempercepat penyediaan sumber air sekaligus mendukung penanganan kebakaran di kawasan yang sulit dijangkau.

Prabowo menekankan bahwa langkah cepat untuk memadamkan api harus diikuti strategi pencegahan yang kuat agar kebakaran tidak kembali meluas.

Penguatan peralatan pemadaman, penyediaan sumber air, peningkatan kapasitas polisi hutan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya yang diarahkan untuk menjaga kawasan hutan Indonesia, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here