
Keterangan Gambar : Dok/Brin.go.id
PASURUAN – Lebih dari 100 periset dan akademisi mengikuti Workshop Strategi Publikasi Ilmiah pada Jurnal Bereputasi yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Mahoni, Kawasan Konservasi Ilmiah (KKI) Kebun Raya Purwodadi BRIN, Pasuruan, Jawa Timur, tersebut bertujuan memperkuat kemampuan periset dalam menyiapkan artikel ilmiah agar memenuhi standar publikasi jurnal bereputasi.
Peserta berasal dari berbagai pusat riset BRIN, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) tingkat kabupaten/kota dan Provinsi Jawa Timur, serta dosen dari sejumlah perguruan tinggi.
Ketua PPI Provinsi Jawa Timur yang juga periset Pusat Riset Hortikultura BRIN, Anang Triwiratno, mengatakan keberhasilan publikasi ilmiah tidak cukup hanya mengandalkan hasil penelitian yang baik. Periset juga perlu memastikan kekuatan data, kebaruan penelitian, relevansi jurnal tujuan, hingga pemahaman terhadap proses editorial.
Menurut Anang, kemampuan menyusun strategi publikasi menjadi faktor penting agar hasil penelitian dapat disampaikan secara efektif kepada komunitas ilmiah dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
“ Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan periset dalam merencanakan publikasi ilmiah, strategi memilih target jurnal dan memahami aim & scope, menilai kesiapan data dan novelty serta kontribusi ilmiah, menyesuaikan manuskrip dengan karakteristik jurnal target, memahami proses submission dan editorial, menghadapi peer review dan merespons komentar reviewer,” jelas Anang.
Workshop tersebut juga menghadirkan pendampingan bagi artikel terpilih melalui Tim Klinik Jurnal Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB).
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya, Sudarma Dita Wijayanti, menjelaskan bahwa pemilihan jurnal merupakan salah satu tahapan penting sebelum artikel ilmiah dikirimkan untuk dipublikasikan.
Menurutnya, penulis harus memastikan kesesuaian topik penelitian dengan fokus dan cakupan jurnal atau aims and scope. Reputasi dan indikator dampak jurnal juga perlu dipertimbangkan secara proporsional, bersama aspek lain seperti proses penelaahan, jenis akses, cakupan penerbitan, serta ketentuan teknis penerbit.
“Sebelum mengirimkan manuskrip, penulis perlu memeriksa pedoman penulisan, gaya referensi, batas jumlah kata, dan kebijakan jurnal. Perangkat seperti Manuscript Matcher dari Clarivate dapat membantu mencocokkan kata kunci dan topik manuskrip dengan jurnal yang relevan,” ujar Dita.
Ia menambahkan, penelusuran melalui platform penerbit seperti Elsevier, Springer, dan Wiley juga dapat dimanfaatkan untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian.
Selain pemilihan jurnal, kualitas artikel ditentukan oleh kejelasan masalah penelitian, kesenjangan pengetahuan atau research gap, kebaruan penelitian atau novelty, serta kontribusi ilmiah yang dihasilkan.
Research gap menunjukkan persoalan yang belum terjawab atau belum dipahami secara memadai dalam penelitian terdahulu. Sementara itu, novelty menjelaskan unsur kebaruan yang ditawarkan penelitian untuk menjawab kesenjangan tersebut.
Adapun kontribusi ilmiah menunjukkan nilai tambah hasil penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun praktik di lapangan.
Dita mengingatkan bahwa artikel yang memiliki topik menarik belum tentu dapat diterima jurnal bereputasi apabila tidak didukung data dan metode yang memadai.
Sebelum melakukan pengiriman naskah atau submission, periset perlu mengevaluasi kecukupan dan konsistensi data, ketepatan metode, kesesuaian analisis statistik, serta keterkaitan kesimpulan dengan hasil penelitian.
Ketidaksesuaian ruang lingkup jurnal, lemahnya kebaruan, referensi yang tidak mutakhir, serta persoalan bahasa dan struktur penulisan juga dapat menyebabkan artikel ditolak. Bahkan, penolakan dapat terjadi sejak pemeriksaan awal editor atau dikenal sebagai desk rejection.
Artikel yang lolos pemeriksaan awal selanjutnya dapat memasuki proses penelaahan sejawat atau peer review. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada tiga model penelaahan, yakni single-blind review, double-blind review, dan open peer review, yang memiliki mekanisme berbeda dalam keterbukaan identitas penulis dan reviewer.
Dalam menghadapi komentar reviewer, penulis diharapkan menjawab setiap masukan secara sistematis, memberikan penjelasan yang relevan, serta menunjukkan bagian manuskrip yang telah diperbaiki. Diskusi bersama rekan penulis juga dapat membantu menyelesaikan masukan yang membutuhkan pertimbangan lebih lanjut.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas publikasi, peserta terpilih dalam workshop mendapatkan kesempatan mengikuti pendampingan artikel ilmiah oleh Tim Klinik Jurnal FTAB Universitas Brawijaya.
Pendampingan mencakup peninjauan naskah, diskusi substansi, dan perbaikan artikel. Klinik Jurnal FTAB juga menyediakan layanan pemeriksaan kemiripan naskah dan deteksi AI menggunakan iThenticate, pendampingan teknis penulisan, serta fasilitasi penerjemahan naskah dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan proofreading dari sisi substansi maupun kebahasaan.
Selain kemampuan teknis, integritas dan etika publikasi turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Periset diingatkan untuk menjaga keaslian tulisan, memastikan ketepatan pencantuman penulis, mempertanggungjawabkan data, serta mematuhi kebijakan jurnal terkait penggunaan kecerdasan artifisial atau AI.
Melalui kolaborasi ini, PPI Provinsi Jawa Timur mendorong periset agar menyusun strategi publikasi secara lebih terencana dan bertanggung jawab.
Publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi tidak sekadar menjadi target penerbitan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan hasil penelitian dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan, kebaruan yang jelas, dan kontribusi bermakna bagi pengembangan ilmu pengetahuan.







LEAVE A REPLY