Home Kesehatan Cegah Risiko Stroke, RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan Teknologi Medis Modern

Cegah Risiko Stroke, RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan Teknologi Medis Modern

27
0
Berita ini dibaca 27 kali
👥Pengunjung hari ini 350
📊Total pengunjung 14,480
Sedang online 6
SHARE
Cegah Risiko Stroke, RSUD Bakti Pajajaran Perkuat Layanan Teknologi Medis Modern

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satunya melalui penguatan layanan unggulan di RSUD Bakti Pajajaran dengan memanfaatkan teknologi medis modern, termasuk Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk membantu pemeriksaan gangguan pembuluh darah otak.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Kabupaten Bogor terhadap pelayanan kesehatan berteknologi tinggi, sehingga pasien yang membutuhkan penanganan tertentu tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Bakti Pajajaran, dr. Ajeng Normala, menjelaskan pengembangan layanan tersebut dalam Podcast Sora Bogor yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Selasa (13/10).

Menurut Ajeng, penguatan pelayanan didukung fasilitas Cath Lab Biplane yang diperoleh melalui bantuan Kementerian Kesehatan pada 2025. Fasilitas tersebut mendukung penanganan multidisiplin, mulai dari kasus jantung, neurologi intervensi, bedah saraf intervensi, hingga bedah vaskular.

“Alhamdulillah, dengan dukungan Kementerian Kesehatan melalui program KJSU-KIA, layanan kanker, jantung, dan neurologi mendapatkan penguatan. Cath Lab Biplane masuk pada tahun 2025 dan sudah kami gunakan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor yang benar-benar membutuhkan,” ungkap Ajeng.

Ia menerangkan, DSA merupakan teknologi pencitraan pembuluh darah yang membantu dokter mengidentifikasi penyempitan, sumbatan, maupun gangguan aliran darah, khususnya di area otak. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan sesuai indikasi medis pasien.

Ajeng menegaskan, kecepatan dan ketepatan penanganan sangat penting dalam kasus gangguan pembuluh darah otak, terutama pada kondisi stroke akut. Pada kasus tertentu, pasien membutuhkan penanganan sesegera mungkin karena keterlambatan dapat memengaruhi peluang pemulihan.

“Kasihan masyarakat Kabupaten Bogor jika harus berpindah-pindah rumah sakit karena tidak mendapatkan pelayanan. Dengan adanya fasilitas dan kompetensi dokter yang kami miliki, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan indikasi medis pasien,” jelasnya.

Selain didukung teknologi modern, Cath Lab Biplane memungkinkan penanganan pasien melalui kolaborasi berbagai dokter spesialis. Pendekatan multidisiplin tersebut diperlukan agar keputusan medis dapat mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh.

RSUD Bakti Pajajaran juga terus mengembangkan pelayanan jantung dan penyakit dalam, termasuk peningkatan kompetensi dokter spesialis untuk pelayanan ginjal. Pengembangan dilakukan secara bertahap melalui penguatan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan kemampuan pelayanan rumah sakit.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan sekaligus memperluas kemampuan rumah sakit dalam menangani berbagai kebutuhan medis masyarakat Kabupaten Bogor.

Di samping penguatan fasilitas dan tindakan medis, RSUD Bakti Pajajaran mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pencegahan dan deteksi dini penyakit. Sebab, penyakit jantung dan stroke dapat berkaitan dengan faktor risiko yang berkembang selama bertahun-tahun, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi.

Ajeng mengatakan, seseorang dapat merasa sehat meskipun memiliki tekanan darah atau kadar gula darah yang tinggi. Tanpa pemeriksaan rutin, kondisi tersebut berpotensi tidak terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

“Sering kali masyarakat merasa sehat, padahal tekanan darah sudah tinggi atau kadar gula darahnya juga tinggi. Proses tersebut bisa berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari hingga akhirnya berdampak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Karena itu, pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sangat penting, terutama bagi masyarakat yang berusia di atas 40 tahun,” terangnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, RSUD Bakti Pajajaran menyediakan layanan medical check-up yang dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Melalui pemeriksaan rutin, faktor risiko penyakit diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga pengendalian dan penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Ajeng juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu bersama keluarga.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Bogor selalu menjaga pola hidup sehat, berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi, serta meluangkan waktu untuk keluarga. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, tetapi harapan terbesar kami tentu masyarakat tetap sehat dan tidak perlu mendapatkan pelayanan rumah sakit,” pungkasnya.

Melalui penguatan teknologi medis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta edukasi pencegahan penyakit, RSUD Bakti Pajajaran berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendekatkan akses layanan unggulan kepada masyarakat Kabupaten Bogor.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here