Home Pendidikan UIN Jakarta Kukuhkan 13 Guru Besar, Nasaruddin Umar: Saatnya Ciputat Kembali Jadi Produsen Ilmu

UIN Jakarta Kukuhkan 13 Guru Besar, Nasaruddin Umar: Saatnya Ciputat Kembali Jadi Produsen Ilmu

48
0
Berita ini dibaca 48 kali
👥Pengunjung hari ini 410
📊Total pengunjung 14,540
Sedang online 6
SHARE
UIN Jakarta Kukuhkan 13 Guru Besar, Nasaruddin Umar: Saatnya Ciputat Kembali Jadi Produsen Ilmu

Keterangan Gambar : Dok/Kemenag

CIPUTAT – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengukuhkan 13 guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Harun Nasution, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (30/9/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi UIN Jakarta untuk memperkuat peran sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan Islam sekaligus ruang perjumpaan pemikiran Barat dan Timur.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar berharap bertambahnya jumlah guru besar di UIN Jakarta tidak hanya memperkuat reputasi akademik kampus, tetapi juga mampu mendorong lahirnya gagasan dan terobosan pemikiran yang memberikan kontribusi di tingkat global.

Menurutnya, UIN Jakarta memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat intelektual Islam di Indonesia. Karena itu, keberadaan para guru besar baru diharapkan dapat menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang pernah berkembang kuat di lingkungan Ciputat.

“Kehadiran 13 guru besar kita di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kita harapkan akan mengembalikan mitos Ciputat. Dahulu Ciputat itu bagaikan sebuah muara perjumpaan sungai besar dari timur dan barat. Sudah saatnya kita menjadi produsen ilmu pengetahuan, tidak lagi hanya menjadi konsumen,” tegas Nasaruddin Umar.

Seremonial pengukuhan dibuka Ketua Senat Universitas UIN Jakarta, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, M.A. Sementara prosesi pengukuhan dipimpin Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.

Prosesi ditandai dengan penyerahan surat pengangkatan sebagai guru besar, penyematan selempang kebesaran guru besar, serta penyampaian pidato ilmiah oleh masing-masing profesor.

13 guru besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan, yakni:

  1. Prof. Dr. Nida Husna H.R., M.Pd., M.A.TESOL – Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Inggris;
  2. Prof. Dr. Idris Thaha, M.Si. – Guru Besar Bidang Agama dan Politik;
  3. Prof. Dr. A. Baqir Ihsan, M.Si. – Guru Besar Bidang Ideologi Politik;
  4. Prof. Dr. Yuli Amran, M.K.M. – Guru Besar Bidang Biostatistik Kesehatan Masyarakat;
  5. Prof. Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. – Guru Besar Bidang Hukum Konstitusi;
  6. Prof. Dr. Alfitra, S.H., M.Hum. – Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana;
  7. Prof. Dr. Raswan, M.Pd.I. – Guru Besar Bidang Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab;
  8. Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Ag. – Guru Besar Bidang Kelembagaan Hukum Islam;
  9. Prof. Dr. Zubair, M.Ag. – Guru Besar Bidang Linguistik Hukum Islam;
  10. Prof. Dr. Hasani, M.A. – Guru Besar Bidang Tafsir Maqashidi;
  11. Prof. Dr. Safiudin, M.Ag. – Guru Besar Bidang Pembelajaran Fikih;
  12. Prof. Dr. Suwendi, M.Ag. – Guru Besar Bidang Pemikiran Pendidikan Islam; dan
  13. Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, M.A. – Guru Besar Bidang Metode Tafsir.

Ketua Senat Universitas UIN Jakarta, Prof. Andi Faisal Bakti, mengatakan, para profesor memiliki peran penting bukan hanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk arah perkembangan akademik di tengah kemajuan teknologi.

Ia menyoroti perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data yang perlu diimbangi dengan nilai-nilai spiritualitas dan etika keislaman.

“Kemajuan teknologi perlu diarahkan oleh nilai-nilai Islam: amanah dalam mengelola data, keadilan dalam pemanfaatan teknologi, kemaslahatan sebagai tujuan, serta rahmat dalam memperlakukan sesama,” ujarnya.

Menurutnya, UIN Jakarta memiliki ruang strategis untuk mempertemukan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai etika, spiritualitas, serta tanggung jawab kemanusiaan.

Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa pencapaian jabatan guru besar merupakan puncak karier akademik yang sekaligus membawa tanggung jawab besar.

Ia meminta para profesor yang baru dikukuhkan terus memberikan kontribusi bagi pengembangan UIN Jakarta, bangsa, serta masyarakat.

“Saya meminta kepada para guru besar untuk terus mengabdi untuk UIN dan bangsa, untuk terus mencintai UIN, serta untuk terus mencintai keilmuan, karena pencapaian inilah yang akan selalu diingat oleh generasi seterusnya,” kata Asep.

Asep berharap keberadaan 13 guru besar dari berbagai disiplin ilmu tersebut semakin memperkokoh komitmen UIN Jakarta dalam menghasilkan riset berkualitas dan bereputasi tinggi.

Selain itu, para guru besar diharapkan memperkuat pengabdian kepada masyarakat serta kepemimpinan akademik dalam mengembangkan integrasi keilmuan di tingkat nasional maupun internasional.

Prosesi pengukuhan turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Agama periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin, Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek Fauzan Adziman, Ketua KPU RI Afifuddin, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R. Z. Panca Putra S., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi mitra UIN Jakarta.

Hadir pula Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Ilfi Nurdiana, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof. Ma'mun Murod, dan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Prof. Jamhari Ma'ruf serta para tamu undangan lainnya.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here