
Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev (presidenri.go.id)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbagai program strategis nasional. Mulai dari swasembada pangan, penguatan Danantara, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG), seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan dan masa depan bangsa.
Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam arahannya, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintahan tidak minder terhadap capaian yang telah diraih. Ia menilai berbagai program strategis yang berjalan merupakan langkah penting untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat kemandirian Indonesia.
“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, Danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” tegas Prabowo.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus Presiden adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menegaskan program tersebut merupakan investasi strategis bagi masa depan generasi bangsa sehingga pelaksanaannya harus dijaga dari berbagai bentuk penyimpangan.
Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Presiden mengungkapkan sejumlah langkah penindakan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG.
Berdasarkan data yang disampaikan Presiden, sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung, dan 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat. Selain itu, sebanyak 2.600 orang masih menjalani proses pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).
Prabowo meminta seluruh jajaran terkait bertindak tegas agar program MBG berjalan sesuai tujuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia.
“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Presiden turut mengapresiasi perkembangan 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perekonomian masyarakat melalui kelembagaan ekonomi di tingkat desa.
Sementara itu, pada sektor perumahan dan pendidikan, Prabowo memaparkan capaian program bedah rumah yang telah mencapai sekitar 440 ribu unit. Pemerintah juga telah melakukan renovasi terhadap hampir 90 ribu sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Di bidang konektivitas, Presiden mengapresiasi percepatan pembangunan jembatan yang dilakukan Satuan Tugas Jembatan. Hingga saat ini, jumlah jembatan yang dibangun mendekati 5.000 unit dan menghubungkan sekitar 12 ribu desa.
“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” kata Prabowo.
Penguatan infrastruktur juga dilakukan melalui sektor kesehatan. Presiden menyampaikan bahwa pembangunan 66 rumah sakit daerah telah dianggarkan, dengan 22 rumah sakit di antaranya telah selesai dibangun.
Selain pembangunan fisik, pemerintah terus mendorong pengembangan mal pelayanan publik dan digitalisasi pemerintahan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Menjelang akhir sidang, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota kabinet atas dukungan dan kerja sama selama dua tahun pemerintahan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah tokoh nasional yang bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden sebagai wujud semangat persatuan.
Di antara tokoh yang disebut Presiden adalah Chairul Tanjung, Wiranto, dan Hatta Rajasa.
Prabowo menegaskan bahwa soliditas dan kerja sama seluruh elemen pemerintahan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan. Ia mengakui masih terdapat berbagai kelemahan yang harus diperbaiki, sehingga seluruh jajaran diminta terus bekerja bersama untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas.
“Jadi, pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkasnya.







LEAVE A REPLY