Home Seputar Bogor Sampah Jadi Listrik, Bogor Siapkan Dua Proyek Raksasa PSEL

Sampah Jadi Listrik, Bogor Siapkan Dua Proyek Raksasa PSEL

7
0
SHARE
Sampah Jadi Listrik, Bogor Siapkan Dua Proyek Raksasa PSEL

KOTA BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mulai serius mendorong pengelolaan sampah berbasis teknologi modern melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Hal ini ditandai dengan sosialisasi yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, di Paseban Sri Bima, Kamis (23/4/2026).

Dalam sambutannya, Denny menegaskan bahwa paradigma terhadap sampah harus mulai berubah. Selama ini sampah kerap dipandang sebagai sumber polusi dan bau, namun melalui teknologi PSEL, sampah justru dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik tanpa menimbulkan limbah maupun polusi asap.

“Berdasarkan paparan yang kami terima, proses PSEL ini tidak menimbulkan limbah maupun polusi asap. Ini menjadi solusi modern dalam pengelolaan sampah,” ujar Denny.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah awal Pemkot Bogor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ke depan, sosialisasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk DPRD, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Menurut Denny, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius, tidak hanya di Kota Bogor tetapi juga secara nasional. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, keterbatasan infrastruktur, hingga meningkatnya pencemaran plastik menjadi persoalan yang harus ditangani secara bersama.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui pengolahan menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Melalui kebijakan ini, sampah tidak lagi sekadar dibuang, tetapi dapat diolah menjadi energi listrik, bioenergi, hingga bahan bakar terbarukan lainnya,” jelasnya.

Saat ini, timbulan sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 750 ton per hari. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 785,8 ton per hari dalam tiga tahun ke depan dan mencapai 855,69 ton per hari dalam sepuluh tahun mendatang.

Kondisi tersebut dinilai tidak lagi memungkinkan untuk ditangani dengan metode konvensional seperti tempat pembuangan akhir (TPA), mengingat keterbatasan lahan yang tersedia.

Sebagai solusi, Kota Bogor telah mendapatkan alokasi pembangunan dua fasilitas PSEL. Pertama, PSEL regional di Galuga dengan kapasitas 1.500 ton per hari yang akan melayani wilayah Bogor Raya. Proyek ini telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan pihak investor.

Kedua, rencana pembangunan PSEL di Kayumanis dengan kapasitas 1.000 ton per hari yang juga akan melayani wilayah sekitar.

Denny menegaskan, melalui sosialisasi ini Pemkot Bogor ingin memberikan pemahaman yang transparan kepada masyarakat terkait rencana pembangunan PSEL, termasuk manfaat serta peran aktif masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Ini bukan hanya proyek pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat agar pengelolaan sampah bisa berjalan optimal,” pungkasnya.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here