Home Gaya Hidup Kota Bogor Siapkan PSEL, Warga Diminta Biasakan Pilah Sampah

Kota Bogor Siapkan PSEL, Warga Diminta Biasakan Pilah Sampah

5
0
SHARE
Kota Bogor Siapkan PSEL, Warga Diminta Biasakan Pilah Sampah

Keterangan Gambar : Dok/Kotabogor.go.id

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mendorong pengelolaan sampah dari hulu dengan mengajak masyarakat melakukan pemilahan langsung dari sumbernya. Salah satu langkah konkret terlihat di RW 10, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, yang mulai menginisiasi gerakan menuju wilayah bebas sampah.

Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara warga, relawan, perangkat wilayah, dan Dietplastik Indonesia. Inisiatif tersebut bertujuan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus memperbaiki kualitas udara dari dampak pembakaran sampah rumah tangga.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah. Ia menyebut langkah ini menjadi bagian penting menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Ini menjadi pembelajaran bagi warga agar memilah sampah lebih efektif. Ke depan, kita akan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), namun sampahnya harus sudah terpisah. Sampah residu seperti popok dan pembalut yang tidak bernilai akan diolah, sementara yang masih bermanfaat dapat dimanfaatkan kembali,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Pemkot Bogor, lanjut Dedie, tidak hanya fokus pada penanganan sampah di hulu, tetapi juga di hilir melalui rencana pembangunan PSEL. Hal ini membutuhkan dukungan masyarakat, terutama dalam kebiasaan memilah sampah sejak awal.

Program yang digagas Dietplastik Indonesia ini bermula dari upaya meningkatkan kualitas udara melalui inisiatif FIREFLIES, yang menargetkan pengurangan polusi akibat pembakaran sampah rumah tangga. Sejak dimulai pada Desember 2025, program ini telah menjangkau sekitar 150 rumah di RW 10.

Setiap rumah diberikan fasilitas ember pemisah untuk sampah organik dan nonorganik, disertai edukasi berkelanjutan oleh relawan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah.

Penanggung jawab program, Farhan, menjelaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber merupakan kunci utama solusi lingkungan. Sampah organik dapat diolah melalui berbagai metode seperti maggot, biodigester, atau kompos, sementara sampah nonorganik yang masih bernilai dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomi.

“Dengan sistem ini, hanya sampah residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang akan dibuang ke TPA oleh Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Selain implementasi di lapangan, program ini juga didukung oleh berbagai riset, mulai dari antropologi sosial bersama peneliti Universitas Indonesia, analisis komposisi sampah (WACS), hingga pemantauan kualitas udara. Bahkan, tim telah mengembangkan sensor untuk mendeteksi polusi akibat pembakaran sampah yang saat ini masih dalam tahap kalibrasi.

Melalui kolaborasi lintas pihak dan pendekatan berbasis riset, RW 10 Situgede diharapkan menjadi contoh nyata perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Kota Bogor dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here