.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kemendikdasmen.go.id
Jakarta - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat di berbagai daerah menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi serta berlangsung lancar dan tertib. Berdasarkan pemantauan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pelaksanaan TKA mencerminkan kesiapan sekolah dan kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung proses belajar murid.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, TKA diikuti oleh 48.675 peserta didik dari 2.014 sekolah. Hampir seluruh satuan pendidikan melaksanakan tes secara mandiri dengan moda daring, menandakan kesiapan infrastruktur digital dan pengelolaan yang baik di tingkat sekolah.
Sementara itu, di Provinsi Riau, tingkat partisipasi tercatat mendekati 100 persen. Pelaksanaan berlangsung tertib dan kondusif. Kepala SD Negeri 009 Kayu Kapur Kota Dumai, Susilawati Lestari, menyampaikan bahwa peserta didik mengikuti tes dengan penuh semangat dan percaya diri, didukung oleh pengawas dan panitia yang bekerja optimal.
Pengalaman serupa dirasakan oleh murid. Qonita Annisa, salah satu siswa SDN 009 Kayu Kapur, mengaku sempat merasa tegang di awal, namun mampu menyesuaikan diri setelah mulai mengerjakan soal. Ia menilai soal yang diberikan cukup menantang dan memotivasinya untuk lebih siap menghadapi ujian berikutnya.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, TKA diikuti oleh 100.060 murid dari 4.117 satuan pendidikan. Pada gelombang awal, sebanyak 77.894 murid dari 3.133 satuan pendidikan telah mengikuti tes, termasuk 41 satuan pendidikan SDLB.
Adapun di Provinsi Bengkulu, sebanyak 34.694 murid dari 1.526 satuan pendidikan mengikuti TKA dengan antusias tinggi. Guru SD Islam Al Azhar 51 Kota Bengkulu, Abdul Azis, menyebut suasana ujian terasa lebih tenang dan positif, bahkan murid tampak tersenyum usai menyelesaikan tes.
Berbagai temuan di lapangan menunjukkan perubahan persepsi terhadap TKA. Ujian ini tidak lagi dipandang sebagai momen yang menegangkan, melainkan bagian dari proses belajar yang bermakna. Kesiapan murid, suasana yang kondusif, serta dukungan lingkungan belajar menjadi faktor utama terciptanya pengalaman tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengapresiasi kelancaran pelaksanaan dan tingginya partisipasi TKA di berbagai daerah. Ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan berjalan baik, meski terdapat beberapa daerah yang harus menjadwalkan ujian susulan akibat kondisi gempa bumi.
“Bagi daerah yang belum dapat melaksanakan karena alasan keamanan, akan dijadwalkan susulan saat kondisi sudah memungkinkan,” ujarnya.
Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa TKA semakin diterima luas sebagai instrumen untuk menggambarkan capaian belajar murid secara menyeluruh. Ke depan, pelaksanaan TKA diharapkan terus konsisten dan semakin optimal dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

.png)
.png)
.png)





.png)
.png)
.png)
LEAVE A REPLY