
Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id
CIBINONG – Konsisten mempertahankan cita rasa dan proses memasak secara tradisional sejak 1965, Laksa Pak Inin Cihideung mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kuliner legendaris Kabupaten Bogor yang tetap bertahan di tengah perkembangan makanan modern.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dalam peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (18/10/2026).
Laksa Pak Inin Cihideung memiliki keunikan tersendiri karena masih mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar. Proses tersebut menjadi bagian dari ciri khas yang terus dijaga dalam mempertahankan keberadaan kuliner warisan leluhur.
Perwakilan Laksa Pak Inin Cihideung, Lina, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya, pengakuan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi pelaku usaha, tetapi juga menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang konsisten melestarikan kuliner tradisional.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Laksa merupakan salah satu makanan legendaris khas Bogor yang masih diakui oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Penghargaan ini tentunya menjadi bentuk dukungan bagi pelaku UMKM seperti kami,” ungkap Lina.
Ia berharap, penghargaan tersebut dapat memperluas pengenalan laksa kepada masyarakat, terutama generasi muda yang kini semakin akrab dengan beragam kuliner kekinian.
Menurut Lina, laksa selama ini masih lebih banyak diminati kalangan orang tua. Karena itu, pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda, termasuk Gen Z, untuk mengenal sekaligus mencicipi kuliner tradisional khas Bogor tersebut.
“Dengan adanya penghargaan ini, saya berharap generasi sekarang, khususnya anak-anak Gen Z, bisa mengenal dan mencicipi laksa. Mereka bisa mengetahui bahwa ada makanan legendaris khas Bogor yang sudah ada sejak dahulu dan masih mampu bertahan hingga saat ini,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus menjaga kekayaan kuliner tradisional. Dengan demikian, cita rasa khas daerah tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.







LEAVE A REPLY