Home Teknologi Bukan Sekadar Koperasi, KDMP Cipelang Sulap Limbah Jadi Cuan

Bukan Sekadar Koperasi, KDMP Cipelang Sulap Limbah Jadi Cuan

27
0
SHARE
Bukan Sekadar Koperasi, KDMP Cipelang Sulap Limbah Jadi Cuan

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, membuktikan bahwa koperasi desa tidak hanya bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi motor inovasi dalam mengatasi persoalan lingkungan.

Melalui inovasi pengelolaan limbah, KDMP Cipelang mengolah sampah plastik, tali rafia dan berbagai limbah lainnya menjadi batako atau paving block. Sementara sampah organik rumah tangga diolah menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi.

Inovasi tersebut mendapat perhatian pemerintah hingga tingkat nasional. KDMP Cipelang bahkan dipercaya menjadi salah satu koperasi desa percontohan dalam pengelolaan limbah berbasis koperasi.

Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong pengembangan inovasi KDMP di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Koperasi desa didorong tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi juga mampu menggali potensi lokal dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, mengatakan inovasi KDMP Cipelang menjadi bukti bahwa koperasi desa dapat tumbuh dengan mengandalkan kreativitas serta potensi yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, KDMP Cipelang yang dipimpin Rita Puspita Sari terus menjalankan berbagai program tanpa harus menunggu adanya dukungan pembiayaan langsung dari pemerintah pusat.

“KDMP Cipelang ini dipimpin oleh seorang penggerak kepemudaan, yaitu Rita Puspita Sari. Dia sebagai Ketua Koperasi Desa Merah Putih yang begitu gigih menjalankan program-programnya selain Pak Presiden Prabowo,” ujar Iman, Rabu (19/8/2026).

Iman menjelaskan, KDMP Cipelang tidak hanya mengembangkan usaha koperasi, tetapi juga berupaya mengakomodasi berbagai potensi ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan mengumpulkan dan memasarkan produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dihasilkan warga Desa Cipelang.

Di sektor lingkungan, koperasi tersebut mengembangkan pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Sampah plastik, tali rafia dan berbagai limbah lainnya diolah menjadi batako atau paving block.

Sementara sampah rumah tangga diproses menjadi pupuk kompos melalui beberapa tahapan, mulai dari penggilingan, penguraian, fermentasi hingga pengeringan.

“Yang dilakukan ini sangat positif. Mereka bergerak menggunakan hasil dan potensi yang dimiliki warga. Walaupun nanti ada alokasi anggaran, mereka tidak menunggu pembiayaan tersebut. Mereka langsung melakukan variasi dan mengembangkan usaha yang bisa dijalankan dengan potensi yang ada,” jelasnya.

Menurut Iman, inovasi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Kementerian Koperasi. KDMP Cipelang dipercaya memamerkan produk hasil pengolahan limbah dalam kegiatan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Pada saat penandatanganan kerja sama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup, Rita diajak oleh Kementerian Koperasi untuk memamerkan produk hasil pengolahan limbah lingkungan yang dikelolanya,” katanya.

Iman menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa keberadaan KDMP dapat diperluas, tidak hanya sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan lingkungan.

“Ini menunjukkan bahwa koperasi desa bisa bergerak tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga ikut menyelesaikan permasalahan lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KDMP Cipelang sekaligus Ketua Harian Forum KDMP Kabupaten Bogor, Rita Puspita Sari, mengatakan koperasi yang dipimpinnya telah dua kali mendapat kesempatan menjadi contoh di tingkat nasional.

“Kali ini khusus untuk pengelolaan limbah sampah. KDMP Cipelang terpilih menjadi salah satu dari dua KDMP se-Indonesia yang menjadi percontohan pengelolaan limbah sampah. Satu lainnya berasal dari Kabupaten Bandung,” ujar Rita.

Sebelumnya, KDMP Cipelang juga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan bersama Kementerian Koperasi di Gelora Bung Karno (GBK).

Rita berharap inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan KDMP Cipelang dapat direplikasi oleh koperasi desa lainnya, khususnya di Kabupaten Bogor maupun berbagai daerah di Indonesia.

“Harapan saya, program pengolahan sampah ini bisa menjadi contoh bagi KDMP di seluruh Indonesia sesuai dengan harapan Kementerian Koperasi dan Kementerian Lingkungan Hidup,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus KDMP di Kabupaten Bogor untuk tidak hanya menunggu dukungan pemerintah, tetapi aktif mencari peluang dan membangun kemitraan.

“Untuk teman-teman pengurus KDMP, pesan saya tetap semangat, terus berjuang, terus berinovasi, dan jangan berhenti mencari serta membangun kemitraan,” tandasnya.

Rita berharap keberadaan KDMP Cipelang dapat menjadi bukti bahwa program Koperasi Desa Merah Putih mampu berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya ingin membuktikan bahwa program yang ditanamkan oleh Bapak Presiden di seluruh Indonesia ini sangat bagus dan bisa berhasil. Harus ada salah satu KDMP yang benar-benar sudah berjalan dan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat sebagai bukti bahwa program tersebut sudah tepat diterapkan di desa-desa seluruh Indonesia,” tutupnya.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here