Home Teknologi Membanggakan! 7 Pelajar Indonesia Raih Emas di Bangkok Berkat Alat AI SoilPIN untuk Petani

Membanggakan! 7 Pelajar Indonesia Raih Emas di Bangkok Berkat Alat AI SoilPIN untuk Petani

Teknologi

36
0
SHARE
Membanggakan! 7 Pelajar Indonesia Raih Emas di Bangkok Berkat Alat AI SoilPIN untuk Petani

Keterangan Gambar : dok. Komdigi

Jakarta — Tujuh pelajar Indonesia berusia 15 tahun berhasil meraih Medali Emas pada ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Bangkok, Thailand. Prestasi gemilang ini mereka capai melalui inovasi SoilPIN, alat pemantau kesehatan tanah portabel berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kementerian Komunikasi dan Digital mengapresiasi pencapaian tersebut sebagai bukti talenta muda Indonesia mampu menghasilkan solusi digital nyata yang mendukung sektor pertanian nasional.

“Inovasi ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu membaca persoalan nyata dan menjawabnya dengan teknologi. SoilPIN adalah contoh bagaimana digitalisasi memberi manfaat langsung bagi petani dan lingkungan,” ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, di Jakarta Pusat, Rabu (13/01/2026).

Edwin menilai teknologi sederhana yang ditawarkan SoilPIN menjawab kebutuhan agrikultur di daerah dengan keterbatasan layanan teknis.

“Teknologi portabel ini membuka akses informasi tanah bagi petani kecil dan wilayah yang belum memiliki layanan agronomi memadai,” jelasnya.

Alat AI untuk Pantau Tanah Langsung di Lahan

SoilPIN dirancang untuk membantu petani mengetahui kondisi tanah secara cepat dan akurat melalui aplikasi ponsel. Dengan bentuk menyerupai pin yang mudah dibawa, alat ini mengukur delapan parameter tanah, termasuk: pH, kelembaban, suhu, salinitas, unsur hara nitrogen (N), fosfor (P),kalium (K).

Data sensor tersebut dikirim ke aplikasi dan dianalisis oleh AI untuk menghasilkan rekomendasi pengelolaan tanah.

Armand Muhammad Abdullah, salah satu perwakilan tim inovator, menjelaskan manfaat praktis SoilPIN bagi petani.

“Petani sering mengambil keputusan tanpa data tanah yang akurat. SoilPIN memberikan jawaban cepat di lapangan, dan itu yang kami kejar,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Sonny Sudaryana, menegaskan SoilPIN sedang dihubungkan dengan berbagai pengujian dan kebutuhan publik melalui Garuda Spark Innovation Hub.

“Garuda Spark kami rancang agar inovasi tidak berhenti di lomba. Kami bantu agar solusi seperti SoilPIN bisa dipakai petani, diuji di lapangan, dan berkembang menjadi produk yang bermanfaat luas,” kata Sonny.

Ia menambahkan bahwa ekosistem yang kuat menjadi kunci agar inovasi memberi dampak nyata.

“Kami ingin inovasi dipakai masyarakat. Ketika petani dapat menghemat biaya, meningkatkan hasil panen, dan menjaga kualitas tanah, di situlah teknologi benar-benar bekerja untuk publik,” ujarnya.

Sebelum berlaga di Bangkok, SoilPIN telah melalui uji coba di Bandung dan Jakarta. Inovasi ini pun telah mendapatkan perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Capaian ini menegaskan bahwa solusi digital yang menjawab kebutuhan publik dapat lahir dari talenta muda Indonesia. Dengan dukungan ekosistem inovasi yang tepat, teknologi berbasis AI berpotensi memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here