Home Pendidikan UIN Sunan Kalijaga Tembus 7 Besar Dunia, Lampaui Harvard di Bidang Religious Studies

UIN Sunan Kalijaga Tembus 7 Besar Dunia, Lampaui Harvard di Bidang Religious Studies

11
0
SHARE
UIN Sunan Kalijaga Tembus 7 Besar Dunia, Lampaui Harvard di Bidang Religious Studies

Keterangan Gambar : Dok/kemenag

Jakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di kancah global. Berdasarkan pemeringkatan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject pada bidang religious studies, empat PTKIN berhasil menembus jajaran perguruan tinggi terbaik dunia.

Dalam rilis tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mencatatkan peringkat ke-7 dunia, capaian luar biasa dengan menempati bahkan berada tiga tingkat di atas Harvard University. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan tinggi keagamaan Islam Indonesia di tingkat internasional.

Selain UIN Sunan Kalijaga, tiga PTKIN lainnya juga menunjukkan performa gemilang. UIN Ar-Raniry Banda Aceh berada di peringkat ke-14 dunia, disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di posisi ke-21, serta UIN Sunan Gunung Djati Bandung di peringkat ke-25.

Pemeringkatan SCImago didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja riset (50 persen), inovasi (30 persen), dan dampak sosial (20 persen), dengan basis utama pada data publikasi serta sitasi ilmiah yang terindeks secara internasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja panjang dan konsisten dalam mendorong internasionalisasi PTKIN.

“Prestasi ini adalah bentuk nyata rekognisi internasional atas kualitas PTKIN. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang selama ini dilakukan—mulai dari penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset lintas negara, hingga peningkatan kapasitas akademik dosen dan kelembagaan—telah mendapatkan pengakuan dunia,” ujar Suyitno di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak boleh berhenti sebagai capaian simbolik semata, melainkan harus menjadi pijakan untuk memperluas jejaring global serta meningkatkan kontribusi keilmuan Islam Indonesia di tingkat internasional.

“Ke depan, PTKIN harus terus memperkuat perannya sebagai center of excellence dalam studi keislaman yang moderat, inklusif, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Senada dengan itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa PTKIN mampu bersaing secara global melalui penguatan riset dan kolaborasi internasional.

“Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi PTKIN,” tandasnya.

 

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here