.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kemenag
Indramayu — Semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama terlihat dalam layanan mudik Lebaran 1447 H/2026 M di jalur Pantura. Di Kabupaten Indramayu, sebuah vihara turut membuka layanan bagi para pemudik yang membutuhkan tempat singgah selama perjalanan menuju kampung halaman.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, meninjau langsung kesiapan layanan tersebut dalam rangkaian kunjungan di jalur Pantura, Minggu (15/3/2026). Peninjauan dilakukan di sejumlah masjid, termasuk di Vihara Budhi Asih Jatibarang.
Abu Rokhmad mengatakan keterlibatan vihara dalam memberikan layanan bagi pemudik menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Sekarang kita punya kegembiraan baru menjelang Idulfitri, bukan hanya bersiap untuk mudik, tetapi juga menyambut para pemudik melalui program rumah ibadah ramah pemudik,” ujar Abu Rokhmad saat meninjau layanan di Vihara Budhi Asih Jatibarang.
Ia menambahkan, rumah ibadah memiliki potensi besar sebagai ruang singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir. Selain menyediakan fasilitas istirahat, tempat ibadah juga memberi kesempatan bagi pemudik untuk tetap menjalankan ibadah di tengah perjalanan panjang.
“Kehadiran berbagai rumah ibadah yang siap melayani pemudik menunjukkan bahwa kita bergerak secara inklusif, terbuka, dan berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Abu.
Menurutnya, keterlibatan rumah ibadah lintas agama dalam program ini menjadi wujud nyata praktik kerukunan di tengah masyarakat. Ia berharap layanan tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di jalur mudik.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, mengatakan berbagai rumah ibadah di wilayahnya telah disiagakan untuk memberikan layanan kepada pemudik yang melintas di jalur Pantura.
Ia menjelaskan, wilayah Indramayu merupakan salah satu titik penting arus mudik karena berada di jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Karena itu, rumah ibadah di sejumlah titik strategis disiapkan sebagai tempat singgah bagi para musafir.
“Kami telah menyiapkan 23 masjid, 5 madrasah, dan 1 vihara untuk memberikan layanan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Indramayu,” ujar Aghuts.
Menurutnya, rumah ibadah tersebut menyediakan fasilitas sederhana namun bermanfaat bagi pemudik, seperti tempat beristirahat, air minum, hingga ruang ibadah yang nyaman.
Aghuts menambahkan keterlibatan rumah ibadah lintas agama, termasuk Vihara Budhi Asih Jatibarang, menjadi simbol kuat kerukunan yang hidup di tengah masyarakat Indramayu.
“Kami ingin memastikan para pemudik yang melintas di Indramayu dapat beristirahat dengan nyaman. Tidak hanya menyediakan tempat singgah, tetapi juga layanan sederhana seperti tempat beristirahat dan air minum bagi para pemudik,” katanya.
Ia berharap layanan yang disiapkan oleh berbagai rumah ibadah tersebut dapat membantu pemudik melepas lelah selama perjalanan sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa semangat toleransi dan kebersamaan terus terjaga di Indonesia.

.png)
.png)
.png)




.png)
.png)
.png)
LEAVE A REPLY