Home Nasional Sport Center Nasional di Rancabungur Picu Pembukaan Jalan Baru 8 Kilometer

Sport Center Nasional di Rancabungur Picu Pembukaan Jalan Baru 8 Kilometer

12
0
SHARE
Sport Center Nasional di Rancabungur Picu Pembukaan Jalan Baru 8 Kilometer

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Pembangunan sport center nasional di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bakal membawa dampak lebih luas terhadap konektivitas wilayah Bogor Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyebut pembangunan kawasan olahraga berskala nasional tersebut turut mendorong rencana pembukaan akses jalan baru sepanjang sekitar delapan kilometer yang akan menghubungkan kawasan sport center dengan jaringan jalan utama.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan pemerintah pusat berencana membuka akses langsung menuju kawasan yang akan menjadi lokasi Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional.

“Rencana pemerintah pusat itu ingin membuat bukaan langsung ke lokasi itu. Kalau misalnya ini proyek strategis nasional, pasti akan ada pintu khusus,” kata Ajat.

Berdasarkan dokumen tinjauan aksesibilitas kawasan, akses menuju lokasi pengembangan tahap I, II dan III saat ini masih relatif sulit. Sejumlah jalur yang menjadi akses menuju kawasan di antaranya Jalan Raya Pabuaran, Jalan Raya Rancabungur, Jalan Parung Hijau dan Jalan H. Miing.

Kondisi sejumlah jalan lingkungan yang relatif sempit juga menjadi kendala. Lebar jalan yang menyempit dinilai belum memadai untuk mendukung mobilitas kendaraan roda empat, bus hingga truk yang nantinya akan keluar-masuk kawasan olahraga tersebut.

Karena itu, pemerintah merencanakan pembangunan jalan utama kawasan berbentuk boulevard sepanjang sekitar delapan kilometer. Jalur tersebut nantinya dirancang terkoneksi dengan jaringan Tol Lingkar Bogor.

Ajat mengatakan kehadiran sport center nasional sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat rencana konektivitas Bogor Barat yang sebelumnya telah disiapkan Pemkab Bogor.

Salah satunya adalah rencana pembangunan Jalan Rancabungur-Leuwiliang yang nantinya dapat membuka konektivitas menuju Kemang dan sejumlah jaringan jalan lainnya di wilayah Bogor Barat.

“Jadi nanti ada Jalan Rancabungur-Leuwiliang. Ini sebenarnya perencanaan jangka panjang kita. Hanya karena ini dijadikan proyek strategis nasional dan pusat pun membuat jalan di sini, kurang lebih trasenya hampir sama. Jadi kita manfaatkan itu,” ujarnya.

Menurut Ajat, apabila jaringan tersebut terealisasi, akses dari wilayah Leuwiliang menuju Kemang akan semakin terbuka. Jalur tersebut juga berada tidak jauh dari koridor Bojonggede-Kemang (Bomang) yang saat ini terus dikembangkan Pemkab Bogor.

Pemkab Bogor juga berupaya menjaga trase sejumlah rencana pembangunan jalan agar tidak terganggu pembangunan lainnya, termasuk rencana perpanjangan Tol Lingkar Bogor menuju kawasan Dramaga.

Terkait rencana tersebut, Ajat mengatakan pemerintah daerah hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai jadwal pembebasan lahan karena proses tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Pembebasan itu dari pusat semuanya. Belum ada informasi kapan pembebasannya. Tapi biasanya kalau sudah banyak proyek strategis nasional, mereka percepat sendiri,” katanya.

Selain akses dari arah Bogor, jalur awal untuk mendukung mobilisasi pembangunan sport center juga direncanakan dari arah BSD-Serpong melalui kawasan Agrinas.

Pemkab Bogor bahkan mengusulkan agar pembukaan akses boulevard menuju kawasan sport center dapat dilakukan lebih awal melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Pak Bupati kemarin menyarankan itu. Hanya kalau di kementerian pasti mereka lapor dulu ke pimpinan. Itu belum ada jawaban ke kita,” ujar Ajat.

Sport center nasional tersebut direncanakan berdiri di atas lahan sekitar 500 hektare. Sementara keseluruhan kawasan pengembangan bersama fasilitas Kementerian Pertahanan mencapai sekitar 750 hektare yang berada di wilayah Rancabungur dan sebagian Rumpin.

Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya menyebut pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional membutuhkan anggaran sekitar Rp5 triliun.

Pembangunan fisik direncanakan berlangsung pada 2027-2028 dan seluruh fasilitas ditargetkan rampung pada awal 2029.

Kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat pelatihan atlet nasional. Di dalamnya direncanakan terdapat sekolah khusus atlet jenjang SD, SMP hingga SMA, pusat penelitian olahraga, asrama, serta fasilitas latihan untuk 21 cabang olahraga unggulan nasional.

Dengan pembangunan tersebut, sport center nasional di Rancabungur berpotensi tidak hanya menjadi pusat pembinaan olahraga nasional, tetapi juga menjadi pemicu terbukanya jaringan konektivitas baru sekaligus pusat pertumbuhan kawasan Bogor Barat.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here