Home Internasional IGIC 2026 Jadi Panggung Diplomasi Keagamaan Indonesia, Imam Dunia Disiapkan untuk Misi Perdamaian

IGIC 2026 Jadi Panggung Diplomasi Keagamaan Indonesia, Imam Dunia Disiapkan untuk Misi Perdamaian

5
0
SHARE
IGIC 2026 Jadi Panggung Diplomasi Keagamaan Indonesia, Imam Dunia Disiapkan untuk Misi Perdamaian

Keterangan Gambar : Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar (Dok/Kemenag)

BANDUNG – Indonesia akan menjadi tuan rumah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan para imam dari berbagai negara untuk membahas peran agama dalam membangun harmoni sosial dan perdamaian dunia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai IGIC 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi keagamaan di tengah berbagai konflik dan persoalan kemanusiaan global.

Menurutnya, pendekatan diplomasi tidak cukup hanya mengandalkan jalur formal antarnegara. Diperlukan pendekatan berbasis nilai kemanusiaan, hati nurani, dan spiritualitas untuk mendorong terciptanya perdamaian.

“Kita akan mencoba memperkenalkan religious diplomacy, diplomasi hati nurani, diplomasi spiritual. Karena diplomasi formal seperti sekarang tidak berhasil menghentikan peperangan, pertikaian antarbangsa,” ujar Nasaruddin Umar di Bandung, Minggu (23/8/2026).

Ia menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dapat menjadi titik temu di tengah perbedaan bangsa maupun agama.

Humanity is only one, there is no color. Saya sering mengucapkan ini. Hati nurani itu kan sama semuanya. Tidak ada yang suka dengan peperangan,” tuturnya.

Nasaruddin menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk memainkan peran dalam diplomasi keagamaan di tingkat global. Selain memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki karakter masyarakat yang dinilai mendukung penguatan peran agama dalam membangun perdamaian.

IGIC 2026 akan mengangkat tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”. Forum tersebut akan menyoroti penguatan peran imam, harmoni sosial, diplomasi keagamaan, serta kontribusi masjid dalam menciptakan perdamaian global.

Menjelang konferensi utama, Kementerian Agama menggelar rangkaian Bridging to IGIC 2026 di sejumlah daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi dan konsolidasi sekaligus memperluas gagasan tentang transformasi fungsi masjid.

Masjid tidak hanya diharapkan menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang pemberdayaan umat, literasi, penguatan ekonomi masyarakat, harmoni sosial, hingga penyemaian nilai-nilai perdamaian.

Di Jawa Barat, rangkaian Bridging to IGIC 2026 digelar di Masjid Pusdai Bandung. Masjid Raya Al-Jabbar Bandung juga menjadi salah satu bridging venue menuju pelaksanaan konferensi utama IGIC 2026.

Jabar Siap Dukung IGIC 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan kesiapan mendukung rangkaian IGIC 2026. Mewakili Gubernur Jawa Barat, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat Andrie Kustria Wardana mengatakan, IGIC bukan sekadar agenda daerah, melainkan forum yang memiliki cakupan nasional dan internasional.

“Berbicara IGIC tidak hanya berbicara Jawa Barat, tetapi berbicara tentang event nasional dan internasional,” ujar Andrie.

Ia menegaskan Jawa Barat siap mengawal dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, terlebih tema yang diusung berkaitan langsung dengan upaya membangun perdamaian dunia.

“Jawa Barat terus mendukung kegiatan ini, terlebih lagi dengan tema diplomasi perdamaian dunia. Jawa Barat siap mengawal dan menyukseskan rangkaian kegiatan ini,” tegasnya.

Dalam kegiatan di Masjid Pusdai Bandung tersebut, penguatan jejaring imam di tingkat daerah juga dilakukan melalui pengukuhan pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi periode 2026–2031.

Keterlibatan imam dan masjid dari tingkat daerah hingga internasional menjadi bagian penting dari semangat IGIC 2026. Melalui forum tersebut, Indonesia ingin membawa pesan bahwa masjid dan imam memiliki peran strategis dalam membangun harmoni masyarakat sekaligus menyuarakan perdamaian ke tingkat global.

Dengan IGIC 2026, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah sebuah konferensi internasional, tetapi juga berupaya menawarkan pendekatan baru dalam diplomasi dunia: diplomasi keagamaan yang berangkat dari hati nurani dan nilai kemanusiaan.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here