Home Seputar Bogor Pemkab Bogor Godok Kesiapan Peparda VII Jabar 2026 dan Rencana Fasilitas Khusus Atlet

Pemkab Bogor Godok Kesiapan Peparda VII Jabar 2026 dan Rencana Fasilitas Khusus Atlet

22
0
Berita ini dibaca 22 kali
👥Pengunjung hari ini 163
📊Total pengunjung 15,407
Sedang online 1
SHARE
Pemkab Bogor Godok Kesiapan Peparda VII Jabar 2026 dan Rencana Fasilitas Khusus Atlet

Keterangan Gambar : Foto: Portal Resmi Kabupaten Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mengintensifkan persiapan menjelang keikutsertaan kontingen daerah pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026. Berbagai aspek krusial seperti pemusatan latihan, alokasi anggaran, performa atlet, hingga pembentukan struktur kepengurusan dibahas secara mendalam agar kontingen dapat tampil maksimal. Agenda pematangan tersebut berlangsung di Ruang Soekarno Hatta pada hari Rabu, 14 Oktober 2026, dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Di samping fokus menghadapi ajang multi-event tingkat regional tersebut, Rudy juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan ekosistem olahraga yang inklusif. Bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) serta Special Olympics Indonesia (SOIna), Pemkab Bogor merancang pembangunan sebuah fasilitas khusus yang dinamakan Rumah Istimewa.

Keberadaan fasilitas tersebut diproyeksikan sebagai pusat pelatihan terpadu guna menunjang bakat para atlet serta anak-anak berkebutuhan khusus agar mampu mengoptimalkan potensi dan mengukir prestasi gemilang.

Rudy Susmanto menekankan bahwa seluruh warga negara mempunyai kedudukan serta hak setara untuk maju, tanpa terkecuali para olahragawan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, bentuk keberpihakan pemerintah tidak sebatas memfasilitasi keikutsertaan dalam perlombaan, melainkan pula menyediakan sarana penunjang serta sistem pembinaan jangka panjang.

Pihaknya bersama NPCI dan SOIna bertekad memberikan sokongan konkrit bagi para olahragawan disabilitas lewat penyediaan Rumah Istimewa. Tujuannya agar setiap insan olahraga memiliki akses yang setara dalam hal pengembangan diri, berlatih secara rutin, serta menggapai prestasi puncak, demikian diungkapkan oleh Rudy Susmanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor, Asnan AP, memaparkan bahwa proses konsolidasi menghadapi Peparda VII Jabar 2026 berjalan secara konsisten, mencakup aspek pembinaan atlet maupun teknis operasional.

Asnan menguraikan bahwa gagasan mendirikan Rumah Istimewa berakar dari inisiatif memperkokoh pola pembinaan olahragawan disabilitas melalui pembentukan Sekolah Olahraga Disabilitas (SOD). Inisiatif ini difungsikan sebagai wadah penjaringan, pembinaan rutin, serta pengukuran kompetensi agar para atlet memperoleh porsi latihan yang sistematis.

Hasil dari program tersebut, imbuh Asnan, mulai memperlihatkan tren positif. Selepas mengikuti masa pembinaan selama kurang lebih enam bulan, para atlet didikan SOD Kabupaten Bogor sukses menduduki peringkat kedua dalam kejuaraan tingkat regional Piala Gubernur.

Prestasi membanggakan tersebut memicu semangat pemerintah untuk semakin mengoptimalkan pembinaan sekaligus menyediakan sarana prasarana yang jauh lebih representatif bagi para atlet.

Melalui rangkaian persiapan menghadapi Peparda VII serta inisiatif pembangunan Rumah Istimewa, Pemkab Bogor memperlihatkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan olahraga yang adil, berkesinambungan, serta berorientasi pada pencapaian prestasi tertinggi.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari misi besar mewujudkan Kabupaten Bogor yang senantiasa menyediakan fasilitas, peluang, serta sokongan yang adil bagi seluruh elemen masyarakat demi meraih kemajuan dan prestasi, tutup laporan dari Tim Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Bogor.

Sumber berita: Portal Resmi Kabupaten Bogor — 15/10/2026.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here