Home Pendidikan Pernah Putus Sekolah, Wabup Ade Ruhandi Bagikan Perjuangan Pendidikan kepada Mahasiswa Baru UIKA

Pernah Putus Sekolah, Wabup Ade Ruhandi Bagikan Perjuangan Pendidikan kepada Mahasiswa Baru UIKA

54
0
Berita ini dibaca 54 kali
👥Pengunjung hari ini 492
📊Total pengunjung 15,149
Sedang online 7
SHARE
Pernah Putus Sekolah, Wabup Ade Ruhandi Bagikan Perjuangan Pendidikan kepada Mahasiswa Baru UIKA

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

BOGOR – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengajak mahasiswa baru Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi sebagai langkah mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ade saat menghadiri Penutupan Pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru UIKA Bogor Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (17/9/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Bogor menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung pengembangan dunia pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Ade Ruhandi menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi bagi masyarakat.

“Adik-adik adalah generasi yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin masa depan. Karena itu, manfaatkan kesempatan kuliah ini sebaik-baiknya. Belajar dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik keluarga dan kampus, serta siapkan diri untuk bisa mengabdi kepada masyarakat,” ujar Ade.

Di hadapan mahasiswa baru UIKA, Ade juga membagikan pengalaman perjalanan pendidikannya yang penuh perjuangan. Ia mengaku pernah berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi setelah menjadi kepala desa.

Pengalaman tersebut disampaikan untuk memotivasi mahasiswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pendidikan.

“Dulu untuk sekolah saja saya harus berjuang. Bahkan saya pernah berhenti sekolah. Alhamdulillah, Allah memberikan jalan sampai akhirnya saya bisa kuliah. Jadi, ketika hari ini adik-adik diberikan kesempatan untuk belajar di UIKA, syukuri dan jangan disia-siakan,” tuturnya.

Selain mendorong kesungguhan dalam belajar, Ade berpesan agar mahasiswa memiliki keberanian menyampaikan aspirasi dan kritik secara konstruktif.

Menurutnya, suara mahasiswa merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat yang perlu didengar dan dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sementara itu, Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin menyampaikan bahwa mahasiswa UIKA perlu mulai mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin yang mampu memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menekankan bahwa pembangunan harus berlangsung secara berkelanjutan dan membutuhkan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.

“Mahasiswa UIKA harus dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang membawa kebaikan untuk umat, masyarakat dan bangsa. Karena pembangunan itu tidak bisa berhenti, harus estafet dan terus-menerus,” ujar Mujahidin.

Mujahidin menambahkan, Pekan Ta’aruf menjadi momentum penting untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun karakter mahasiswa baru.

Ia menyebut mahasiswa UIKA berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mahasiswa internasional dari Burkina Faso.

Melalui kegiatan tersebut, UIKA Bogor diharapkan tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter, wawasan kebangsaan, dan kesiapan untuk berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here