Home Seputar Bogor Api Kepung Lahan Galuga, TNI AU Guyur Hampir 18 Ton Air dari Udara

Api Kepung Lahan Galuga, TNI AU Guyur Hampir 18 Ton Air dari Udara

29
0
SHARE
Api Kepung Lahan Galuga, TNI AU Guyur Hampir 18 Ton Air dari Udara

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Upaya pemadaman kebakaran lahan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga terus dilakukan secara terpadu. Selain mengerahkan personel dan sarana pemadaman dari darat, TNI Angkatan Udara turut menerjunkan helikopter untuk melakukan water bombing guna mempercepat pemadaman titik-titik api.

Komandan Lanud (Danlanud) Atang Sendjaja, Marsma TNI A. F. Picaulima mengatakan, dukungan pemadaman melalui udara dilakukan setelah pihaknya menerima koordinasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor pada malam sebelumnya.

“Tadi malam kami sudah dihubungi oleh pihak Kabupaten Bogor untuk ikut membantu penyelesaian permasalahan kebakaran di lahan sekitar Galuga ini,” ujar Picaulima.

Menindaklanjuti koordinasi tersebut, Lanud Atang Sendjaja kemudian melakukan persiapan untuk melaksanakan pemadaman dari udara. Helikopter dikerahkan untuk menyasar sejumlah titik api yang berada di kawasan terdampak kebakaran.

Hingga saat ini, helikopter telah melakukan enam sorti water bombing. Dalam setiap satu kali penyiraman, helikopter menggunakan Bambi Bucket dengan kapasitas sekitar 2.950 liter air.

“Jadi dalam satu kali penyiraman hampir 3 ton air dicurahkan ke lokasi,” jelasnya.

Dengan enam sorti yang telah dilakukan, total air yang dijatuhkan ke lokasi kebakaran mencapai sekitar 17.700 liter atau hampir 18 ton air.

Menurut Picaulima, metode water bombing dinilai efektif untuk menjangkau titik-titik api yang sulit ditangani secara langsung melalui jalur darat. Penyiraman dari udara memungkinkan air dicurahkan langsung ke area yang menjadi sasaran pemadaman.

“Tentu saja, kalau bisa dibayangkan, sebesar hampir 3 ton air langsung dicurahkan dari langit ke titik sasaran, tentu sangat efektif,” ungkapnya.

Ia menyebut efektivitas pemadaman dari udara mulai terlihat dari kondisi api yang secara bertahap mengecil setelah dilakukan penyiraman.

“Seperti yang bisa dilihat, api perlahan-lahan semakin mengecil. Saya yakin, dengan kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor, kita dapat menyelesaikan penanganan kebakaran ini. Mudah-mudahan hari ini harapan kita bisa berhasil,” katanya.

Picaulima menambahkan, penggunaan metode water bombing bukan merupakan hal baru bagi TNI dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

“Hal yang sama hari ini juga kami laksanakan di beberapa titik di luar Pulau Jawa, seperti penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Semuanya menggunakan sistem yang sama,” pungkasnya.

Pemadaman kebakaran lahan di sekitar TPA Galuga pun terus dilakukan melalui sinergi lintas instansi, dengan mengombinasikan penanganan dari darat dan udara untuk memastikan titik-titik api dapat segera dikendalikan.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here