Home Ekonomi Wamenkeu Suahasil: Stabilitas ASEAN Harus Dibangun Sendiri di Tengah Gejolak Dunia

Wamenkeu Suahasil: Stabilitas ASEAN Harus Dibangun Sendiri di Tengah Gejolak Dunia

60
0
SHARE
Wamenkeu Suahasil: Stabilitas ASEAN Harus Dibangun Sendiri di Tengah Gejolak Dunia

Keterangan Gambar : Dok/Kemenkeu

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut ketidakpastian global kini telah menjadi tantangan normal baru (new normal) yang harus dihadapi negara-negara di kawasan ASEAN. Karena itu, stabilitas kawasan dinilai harus dibangun secara aktif oleh seluruh negara anggota.

Hal tersebut disampaikan Wamenkeu Suahasil dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta, Senin (25/5).

“Ketidakpastian akan menjadi normal baru kita di masa depan. Jadi, stabilitas atau kepastian itu tidak diberikan begitu saja kepada kita. Itu harus dibangun oleh kita sendiri,” ujar Suahasil.

Dalam paparannya, Suahasil menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini dihadapi dunia, mulai dari perang dagang, fragmentasi perdagangan, isu perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, ASEAN perlu memperkuat fondasi ekonomi kawasan melalui peningkatan perdagangan intra-ASEAN, pengurangan hambatan non-tarif, serta penguatan kerja sama pada sektor ekonomi digital dan transisi hijau.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kebijakan makroekonomi yang prudent, penguatan ketahanan pangan dan energi, hingga optimalisasi kerja sama keuangan regional seperti Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) dan local currency settlement.

Suahasil menegaskan, ASEAN tidak boleh terjebak dalam salah satu blok geopolitik global. Sebaliknya, kawasan Asia Tenggara harus mampu merangkul berbagai kekuatan ekonomi dunia seperti Amerika Serikat, China, India, Uni Eropa, hingga Jepang.

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Keuangan dalam memperkuat sinergi regional melalui kolaborasi riset antara Kementerian Keuangan, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office. Menurutnya, kerja sama riset menjadi instrumen penting dalam merumuskan kebijakan fiskal yang tepat dan responsif terhadap dinamika global.

Pada kesempatan tersebut, Suahasil turut memaparkan capaian ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian global. Pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,61 persen dengan tingkat inflasi terkendali di angka 2,4 persen. Sementara itu, defisit anggaran tetap terjaga di level 2,9 persen.

“Kombinasi pertumbuhan ekonomi 5,6 persen dengan inflasi 2,4 persen ini saya berani jamin menjadi sumber kecemburuan bagi banyak negara lain,” ungkapnya.

Dengan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade terakhir yang rata-rata berada di angka 5 persen, Suahasil menyebut target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi agenda yang sangat krusial.

Ia optimistis target tersebut dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas nasional, pembangunan infrastruktur, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia guna menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here