Home Dunia Islam Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak ke Arafah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak ke Arafah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

45
0
SHARE
Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak ke Arafah di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Keterangan Gambar : Dok/Kemenhaj

Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin (25/5/2026), bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah, untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji atau fase Armuzna.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Ulfa Assegaf, mengatakan proses pergerakan jemaah menuju Arafah menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Alhamdulillah, memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (25/5).

Ia menjelaskan, keberangkatan jemaah menuju Arafah dilakukan dalam tiga gelombang, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Seluruh jemaah diminta mengikuti jadwal yang telah ditentukan dan tidak bergerak sendiri demi menjaga ketertiban serta keselamatan selama proses mobilisasi.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah agar seluruh proses berjalan tertib dan aman,” katanya.

Selain kesiapan teknis, Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Maria menegaskan, jemaah laki-laki tidak diperkenankan mengenakan pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, menutup kepala dengan penutup yang melekat, serta memakai alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit. Sementara bagi jemaah perempuan, selama ihram tidak diperbolehkan menggunakan cadar maupun sarung tangan.

Seluruh jemaah juga diingatkan untuk menghindari larangan ihram lainnya seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga perilaku dan ucapan selama beribadah.

Di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, Kemenhaj turut menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Armuzna yang dikenal membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas intensif.

“Kami meminta seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujar Maria.

Ia juga mengimbau jemaah menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko kelelahan akibat suhu panas. Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu diminta selalu membawa obat pribadi agar mudah dijangkau sewaktu-waktu.

Menurut Maria, jemaah tidak boleh memaksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah.

“Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegasnya.

Untuk mendukung layanan selama fase Armuzna, pemerintah Indonesia menyiagakan Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan Mina guna memastikan pelayanan medis dapat diberikan secara cepat dan optimal kepada jemaah.

Selain itu, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah juga telah ditempatkan di berbagai titik layanan. Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, hingga unsur layanan lain yang bertugas memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, dan perlindungan jemaah berjalan maksimal.

Menutup keterangannya, Maria mengajak seluruh jemaah untuk saling membantu dan peduli satu sama lain selama menjalani puncak ibadah haji.

“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkasnya.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here