
Keterangan Gambar : Dok/Dei
Mina - Ribuan jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal yaitu yang melakukan lontar di hari tasrik ke 10, 11 dan 12 berbondong-bondong melakukan lontar jumrah di Mina, jumat pagi waktu mekah. Kegiatan yang menjadi wajib haji ini menjadi rangkaian akhir jemaah haji asal Kabupaten Bogor berada di Mina.
"Alhamdulillah, untuk jemaah JKS 03 akhirnya sudah melaksanakan rangkaian haji mulai dari Wukuf di Arofah, Mabid di Muzdalifah dan melakukan lontar jumroh di hari ke 10, 11 dan 12," kata Ketua Kloter JKS 03 Ade Irawan.
Menurut dirinya, kegiatan lontar jumroh ini tidak mudah bagi jemaah, karena pihak maktab juga menggunakan pola pembagian waktu, sedangkan disisi lain ada beberapa kloter yang memang diharuskan sesegera mungkin menyelesaikan rangkaian lontar jumroh karena mereka harus segera bersiap pulang ke tanah air.
"Kondisinya memang luar biasa, kita harus on terus sehingga ketika ada perubahan jemaah kita harus siap, dan akhirnya kita bisa menyelesaikan kegiatan ini tadi subuh,"bebernya.
Untuk JKS 03, kata Ade, memang diikutkan pada pergerakan awal artinya maktab minta duluan untuk beberapa kegiatan seperti lontar jumroh ketiga ini, karena mereka mendahulukan JKS 01 Bekasi dan JKS 03 Depok setelah itu JKS 03 Bogor.
"Karena kepulangan jemaah ke Mekah kita masuk awal alias diplot jam 8 pagi, makanya kita selesaikan kegiatan jumroh kita badan subuh, kembali ke tenda sambil nunggu arahan kepulangan," ujarnya.
Sementara itu, salah satu Ketua Rombongan 8 yang juga pimpinan KBIHU Darul Ulum Parung M. Ikbal Alfarisi bersyukur dengan selesainya kegiatan rangkaian haji di Tahun 2026 ini karena dirinya merasa cukup banyak tantangan dan juga kemudahan dalam rangkaian haji tahun ini.
"Lika liku kegiatan haji pasti ada plus manusia, tinggal bagaimana kita ikuti proses kegiatannya secara keimanan dan ketakwaan kita, karena haji adalah soal proses dan ujian kesabaran seseorang," kata Ikbal.
Oleh karenanya, rangkaian panjang haji ini harus dimaknai sebuah perjalanan spiritual seseorang menjadi seorang hamba yang ikhlas, tunduk pada aturan dan bagaimana kemudian memandang suatu itu tidak kaku.
"Hanya jemaah yang sabar dan ikhlas yang mampu menjalankanya, dan alhamdulillah jemaah haji asal Bogor bisa mengikuti rangkaian haji tahun ini dengan baik, semoga kita menjadi haji yang mabrur dan mabruroh dan kemudian bisa memakmurkan kehajiannya di masyarakat," pungkas kiyai kondangan ini.


(1).png)
.png)






.png)
LEAVE A REPLY