.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kemenag
Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi'i menegaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren telah resmi ditandatangani. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi penguatan pendidikan Islam di Indonesia.
“Perpres tentang Direktorat Jenderal Pesantren sudah ditandatangani. Saat ini tengah dalam tahap telaah di Sekretariat Umum untuk segera diundangkan ke dalam Lembaran Negara,” ujar Wamenag saat memberikan arahan dalam kegiatan penyusunan rancangan organisasi dan tata kerja Ditjen Pesantren serta Direktorat Vokasi di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Menurut Wamenag, kehadiran Ditjen Pesantren merupakan sebuah keniscayaan mengingat besarnya jumlah pesantren, santri, serta peran strategis para kiai dalam pembangunan bangsa.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat Kementerian Agama Republik Indonesia, di antaranya Staf Khusus Menteri Agama Nona Gayatri Nasution, Staf Ahli Menteri Agama Faisal Ali Hasyim, Tenaga Ahli Menteri Agama Junisab Akbar dan Jaka Setiawan, serta Direktur Pesantren Basnang Said.
Rancangan organisasi Ditjen Pesantren yang tengah dimatangkan diproyeksikan mencakup lima direktorat strategis, yakni Direktorat Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning; Direktorat Pendidikan Ma’had Aly; Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an; Direktorat Pemberdayaan Pesantren; serta Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren.
Wamenag menegaskan, struktur tersebut disusun secara komprehensif agar mampu menjawab kompleksitas kebutuhan pesantren di Indonesia.
“Struktur ini dirancang agar kerja Ditjen Pesantren bisa maksimal. Jika salah satu unsur tidak ada, maka gerak organisasi akan pincang,” tegasnya.
Selain struktur organisasi, aspek sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Wamenag meminta agar proses rekrutmen segera dipersiapkan, dengan menempatkan figur-figur yang memiliki pengalaman langsung di dunia pesantren.
“Untuk urusan kurikulum dan pengasuhan asrama harus diisi oleh orang-orang yang memahami ruh pesantren. Sementara bidang pemberdayaan bisa melibatkan tenaga ahli yang kompeten,” jelasnya.
Dengan kehadiran Ditjen Pesantren, Kementerian Agama optimistis dapat memperkuat ekosistem pendidikan pesantren dan mencetak generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kedalaman spiritual yang kokoh.

.png)
.png)
.png)





.png)
.png)
.png)
LEAVE A REPLY