Home Kesehatan Bupati Rudy Susmanto Dorong Percepatan Eliminasi TB Lewat Desa Siaga di Seluruh Kabupaten Bogor

Bupati Rudy Susmanto Dorong Percepatan Eliminasi TB Lewat Desa Siaga di Seluruh Kabupaten Bogor

16
0
SHARE
Bupati Rudy Susmanto Dorong Percepatan Eliminasi TB Lewat Desa Siaga di Seluruh Kabupaten Bogor

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui program Desa Siaga TB. Program yang digagas atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, itu terbukti efektif meningkatkan penemuan kasus dan mempercepat penanganan TB di tengah luasnya wilayah Kabupaten Bogor.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat mewakili Bupati Bogor dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendanaan Kesehatan di Daerah untuk Percepatan Penuntasan Tuberkulosis yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) secara daring, Rabu (17/6).

Dalam rakor tersebut, Ajat menjelaskan bahwa luas wilayah Kabupaten Bogor yang hampir lima kali lebih besar dibandingkan DKI Jakarta menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian penyakit menular, termasuk TB. Karena itu, diperlukan strategi yang melibatkan masyarakat hingga tingkat desa.

“Karena wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, kami membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Desa Siaga TB yang terbukti mampu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus,” ujar Ajat.

Menurutnya, Pemkab Bogor telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk penanganan TB pada tahun 2025. Dukungan tersebut diperkuat dengan jaringan layanan kesehatan yang luas, mulai dari rumah sakit daerah, Rumah Sakit Paru di kawasan Puncak, 101 puskesmas, 93 puskesmas pembantu, sekitar 26 rumah sakit swasta, hingga 150 klinik yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Ajat mengungkapkan, hingga tahun 2025 program Desa Siaga TB telah diterapkan di sekitar 103 desa. Hasilnya, capaian target penemuan dan penanganan kasus TB mendekati 100 persen berkat keterlibatan aktif masyarakat dalam deteksi dini, edukasi, hingga pendampingan pasien selama menjalani pengobatan.

Melihat keberhasilan tersebut, Pemkab Bogor berencana memperluas cakupan program pada tahun 2026. Targetnya, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor telah memiliki Desa atau Kelurahan Siaga TB pada tahun 2027.

Selain fokus pada penanggulangan TB, Pemkab Bogor juga terus memperkuat layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) 100 persen. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1 triliun setiap tahunnya agar seluruh warga Kabupaten Bogor dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.

“Harapan Bupati Bogor, masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Bogor tidak mengalami kesulitan ketika mengakses fasilitas kesehatan. Karena itu, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam penganggaran daerah,” jelas Ajat.

Meski demikian, Ajat menilai dukungan pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan. Tingginya mobilitas masyarakat Kabupaten Bogor yang beraktivitas di wilayah Jakarta serta luasnya cakupan wilayah menjadi faktor yang memerlukan intervensi berkelanjutan, termasuk melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk program penanggulangan TB.

Dengan penguatan Desa Siaga TB, perluasan akses layanan kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bogor optimistis target eliminasi tuberkulosis dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here